Tampilkan postingan dengan label surga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juni 2012

Nikmat Persahabatan Karena Allah



Ditulis oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak

Nikmat Allah subhanahu wata'ala sangatlah banyak. Tak mungkin seorang pun bisa menghitungnya. Allah berfirman:
“Jika kalian mau menghitung nikmat Allah niscaya kalian tak akan bisa menghitungnya.” (Ibrahim: 34)
Ibnul Qayyim menjelaskan macam-macam nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya:
-    Nikmat yang telah didapat dan telah diketahui hamba-Nya
-    Nikmat yang ditunggu-tunggu dan diharap-harap oleh hamba-Nya.
-    Nikmat yang telah didapat hamba tapi dia tidak merasakannya.

Jika Allah subhanahu wata'ala akan menyempurnakan nikmat-Nya kepada seorang hamba maka Allah  akan membimbing hamba ini untuk mengetahui nikmat yang telah didapatnya dan diberi taufiq untuk mensyukurinya. (Al-Fawaid hal. 169)

Selasa, 12 Juni 2012

Amalan Yang Mengalir Pahalanya dan Sebab-sebabnya

Berbekal dengan ketaatan-ketaatan dan memperbanyak amalan shalih merupakan tujuan dan keinginan setiap mukmin. Oleh karena itu, Asy Syaikh Al ‘Allamah Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- ditanya tentang sebab-sebab bertambahnya pahala amalan shalih, maka beliau –rahimahullah- menjawab dengan jawaban yang berharga, dimana beliau menyebutkan beberapa sebab dilipatgandakannya pahala berdasarkan dalil nash dua wahyu (Al Qur’an dan As Sunnah) dan dalam upaya memelihara syiar-syiar syari’at dan kemaslahatannya.

Beliau –rahimahullah- mengatakan : Jawabannya, dan dengan taufik Allah : “Adapun dilipatgandakannya amalan adalah dengan satu kebaikan hingga mencapai sepuluh kali lipat (kebaikan) yang semisalnya. Maka ini didapatkan pada setiap amalan shalih, sebagaimana firman-Nya Ta’ala :
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya”. ( QS.Al An’am : 160)

Senin, 04 Juni 2012

Surga di bawah Kaki Ibu

Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
 Asatidzah hafizhakumullaahu,
Saya ingin bertanya tentang kedudukan hadits “al-jannatu tahta aqdaami al-ummahaati (surga itu berada di bawah telapak kaki ummahaat”), apakah hadits ini berstatus dha’iif ataukah munkar?

Jazaakumullaahu khairan ‘alaa jawaabikum wabaarakallaahu fiikum.


Jawaban Al-Ustadz Abu Zakariya Abdurrahman Rizki
Bismillahirrahmanirrahim, lafazh hadits yang dimaksud adalah:
“Surga berada dibawah telapak kaki para ibu, bagi siapa yang mereka kehendaki mereka akan masukkan kedalam surga dan bagi siapa yang mereka kehendaki mereka akan keluarkan dari surga.”

Jumat, 01 Juni 2012

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu point 150

Entri ini di sadur dari ebook Kunci Kebahagiaan nya Ibnu Qayyim, bab II, Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu point 150, tentang ulama yang masuk surga tanpa hisab; jawaban penjelasan sanggahan dari kaidah 'orang yang tidak berilmu lebih ditolerir dan diberi dispensasi daripada ulama'.

Orang yang telah berbuat banyak kebajikan dan punya pengaruh/jasa yang nyata dalam Islam layak diberi ampunan dan maaf serta toleransi melebihi orang lain. Karena, maksiat adalah kekejian dan kotoran. Dan bila air mencapai ukuran dua qullah, maka air itu tidak akan mengandung kotoran. Berbeda dengan air yang sedikit, ia tidak sanggup membawa sedikit pun kotoran dan najis.

Kamis, 29 Desember 2011

Keutamaan 4 rakaat sebelum Ashar

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

الحمد لله رب العالمين
و الصلاة و السلام على رسول الله
و على آله و أصحابه أجمعين
و من تبعهم بإحسان إلا يوم الدين

عم بعد

Ana ingin tanya pada ikhwah sekalian mengenai:
Derajat hadist tentang shalat sunnah rawatib ashar. Ana pernah dengar dari salah satu ustadz ana dulu, mengenai lemahnya hadist tentang shalat sunah rawatib ashar. Apakah benar sanad hadist tersebut lemah?
Boleh atau tidak memegang mushaf saat sedang haid? Karena dulu ustadz ana pernah bilang boleh tapi belakangan ana dengar tidak boleh. Ana jadi bingung.................

جزاك الله خيرا
و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Mila
-----------------------------------

Jumat, 11 November 2011

Hanya Satu Kartu

Hari kiamat adalah hari yang amat mencengangkan, menakutkan, dan penuh kesusahan. Oleh karena itu, setiap hamba ketika berada pada hari itu di padang mahsyar, mereka berdiri penuh kecemasan, sambil menunggu keputusan Sang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (QS.As-Sajdah: 12)


Minggu, 13 Maret 2011

Keistimewaan Tauhid

Firman Allah Ta'ala :
"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman1) mereka dengan kezhaliman (syirik),2) mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat jalan hidayah." (QS. Al-An'am : 82)
'Ubaidah bin Ash-Shamit radhiallahu anhu, menuturkan : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa bersyahadat3) bahwa tiada ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; dan bahwa Isa adalah hamba  dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta ruh daripada-Nya; dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya; maka Allah pasti memasukkannya ke dalam Surga betapapun amal yang telah diperbuatnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selasa, 01 Maret 2011

Rindu Surga

Syair berikut ini pertamanya ketemu saat browsing, tapi bukan bahas tentang surga melainkan tentang Ibu sebagai cinta pertamanya.
Suka dengan syair ini:
" Pindahkan hatimu kepada cinta yang engkau kehendaki
karena cinta  hanyalah untuk kekasih yang pertama
Betapa banyak tempat di bumi yang ( pernah ) ditempati seseorang
Namun selamanya kerinduannya hanyalah untuk yang pertama."