Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Amalan Yang Mengalir Pahalanya dan Sebab-sebabnya

Berbekal dengan ketaatan-ketaatan dan memperbanyak amalan shalih merupakan tujuan dan keinginan setiap mukmin. Oleh karena itu, Asy Syaikh Al ‘Allamah Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- ditanya tentang sebab-sebab bertambahnya pahala amalan shalih, maka beliau –rahimahullah- menjawab dengan jawaban yang berharga, dimana beliau menyebutkan beberapa sebab dilipatgandakannya pahala berdasarkan dalil nash dua wahyu (Al Qur’an dan As Sunnah) dan dalam upaya memelihara syiar-syiar syari’at dan kemaslahatannya.

Beliau –rahimahullah- mengatakan : Jawabannya, dan dengan taufik Allah : “Adapun dilipatgandakannya amalan adalah dengan satu kebaikan hingga mencapai sepuluh kali lipat (kebaikan) yang semisalnya. Maka ini didapatkan pada setiap amalan shalih, sebagaimana firman-Nya Ta’ala :
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya”. ( QS.Al An’am : 160)

Jumat, 11 November 2011

Hanya Satu Kartu

Hari kiamat adalah hari yang amat mencengangkan, menakutkan, dan penuh kesusahan. Oleh karena itu, setiap hamba ketika berada pada hari itu di padang mahsyar, mereka berdiri penuh kecemasan, sambil menunggu keputusan Sang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (QS.As-Sajdah: 12)


Selasa, 05 April 2011

Do'a Penawar Rasa Pesimis/Sial


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa tebusan bagi hal itu?” Beliau bersabda, “Hendaknya salah seorang mereka membaca,


اللَّهُمَّ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ وَلَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

“Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang berasal dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu (yang telah Engkau tetapkan), dan tidak ada tuhan selain Engkau.” (Hadits Riwayat Ahmad)





Di kutip dari sini

Penyimpangan-Penyimpangan dalam Masalah Nikah

Ketahuilah perbuatan syirik besar itu menggugurkan tauhid seseorang. Kebid’ahan menghalangi kesempurnaan tauhid seseorang. Sedangkan perbuatan maksiat yang lain akan mengotori dan menghalangi buah dari tauhid.

Banyak keyakinan, pemikiran, dan amalan sebagian muslimin yang berkaitan dengan masalah pernikahan telah menyimpang dari tuntunan Allah Subhanahu wata'ala dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Di antara pemikiran dan amalan menyimpang tersebut adalah:

1. Minta jodoh dan anak kepada selain Allah subhanahu wata'ala
Sebagian mereka ketika sulit mendapatkan jodoh atau anak, pergi ke kuburan atau tempat yang dianggap keramat untuk minta jodoh atau anak. Atau mereka pergi ke dukun. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyatakan:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Berdoa adalah ibadah.” 
(HR. At-Tirmidzi, Kitab Tafsiril Qur`an ‘an Rasulillah shallallahu 'alaihi wasallam, Bab Wa Min Suratil Baqarah, no. 2895)

Rabu, 23 Maret 2011

Makna Kalimat Tauhid


Laa Ilaaha Illallah adalah kalimat yang terdiri dari 4 kata, yaitu : kata (laa), kata (Ilaha), kata (illa) dan kata (Allah). 
Adapun secara bahasa bisa kita uraikan secara ringkas sebagai berikut : 
  • Laa adalah nafiyah lil jins (Meniadakan keberadaan semua jenis kata benda yang datang setelahnya). Misalnya perkataan orang Arab “Laa rojula fid dari” (Tidak ada laki-laki dalam rumah) yaitu menafikan (meniadakan) semua jenis laki-laki di dalam rumah. Sehingga laa dalam kalimat tauhid ini bermakna penafian semua jenis penyembahan dan peribadahan yang haq dari siapapun juga kecuali kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
  • Ilah adalah mashdar (kata dasar) yang bermakna maf’ul (obyek) sehingga bermakna ma`luh yang artinya adalah ma’bud (yang diibadahi). Karena aliha maknanya adalah ‘abada sehingga makna ma’luh adalah ma’bud.

Minggu, 13 Maret 2011

Keistimewaan Tauhid

Firman Allah Ta'ala :
"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman1) mereka dengan kezhaliman (syirik),2) mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat jalan hidayah." (QS. Al-An'am : 82)
'Ubaidah bin Ash-Shamit radhiallahu anhu, menuturkan : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa bersyahadat3) bahwa tiada ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; dan bahwa Isa adalah hamba  dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta ruh daripada-Nya; dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya; maka Allah pasti memasukkannya ke dalam Surga betapapun amal yang telah diperbuatnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Senin, 28 Februari 2011

Buat apa sih kita diciptakan ?

Tujuan penciptaan kita itu ada pada Qur'an Surah Adz-Dzariyat : 56
Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-KU
Sedangkan " ibadah" itu adalah penghambaan diri kepada Allah ta'ala dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagaimana yang telah disampaikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Ibadah juga berarti segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun batin yang dicintai dan diridhai oleh Allah.