Selasa, 08 Maret 2011

Indahnya Qiyamul Lail

Banyak nash dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menerangkan keutamaan ibadah ini, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Barangsiapa menunaikannya, berarti ia telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya.
Sebagaimana dalam firman-Nya:
“Dan pada setiap malam hari, sholat tahajjudlah kamu sebagai ibadah nafilah bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” QS. Al-Isro’: 79.

“Sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah qiyamul lail.” (Muttafaqun ’alaih)


2. Qiyamul lail merupakan kebiasaan orang-orang shalih dan calon penghuni surga.
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air - mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” QS. Adz-Dzariyat : 15-18


3. Siapa yang menunaikan qiyamul lail dia akan terpelihara dari gangguan setan dan ia akan bangun di pagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya.

4. Di malam hari ada satu waktu di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengabulkan do’a orang yang berdo’a.
“Di waktu malam terdapat satu saat di mana Allah akan mengabulkan do’a setiap malam.” (HR. Muslim no.757)


Kesungguhan Salafus Shalih untuk menegakkan Qiyamul lail

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa tatkala orang-orang sudah terlelap dalam tidurnya, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu justru mulai bangun untuk shalat tahajjud, sehingga terdengar seperti suara dengungan lebah (yakni Al-Qur’an yang beliau baca dalam sholat lailnya seperti dengungan lebah, karena beliau membaca dengan suara pelan tetapi bisa terdengar oleh orang yang ada disekitarnya, ed.), sampai menjelang fajar menyingsing.
Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah ditanya:
“Mengapa orang-orang yang suka bertahajjud itu wajahnya paling bercahaya dibanding yang lainnya?” 
Beliau menjawab: “Karena mereka suka berduaan bersama Allah Yang Maha Rahman, maka Allah menyelimuti mereka dengan cahaya-Nya.”
Abu Sulaiman berkata: “Malam hari bagi orang yang setia beribadah di dalamnya, itu lebih nikmat daripada permainan mereka yang suka hidup bersantai-santai. Seandainya tanpa adanya malam, sungguh aku tidak suka tinggal di dunia ini.”
Al-Imam Ibnu Al-Munkadir menyatakan : “Bagiku, kelezatan dunia ini hanya ada pada tiga perkara, yakni qiyamul lail, bersilaturrahmi dan sholat berjamaah.”

Al-Imam Hasan Al-Bashri juga pernah menegaskan: 
“Sesungguhnya orang yang telah melakukan dosa, akan terhalang dari qiyamul lail.”
Ada seseorang yang bertanya: “Aku tidak dapat bangun untuk untuk qiyamul lail, maka beritahukanlah kepadaku apa yang harus kulakukan?” Beliau menjawab : “Jangan engkau bermaksiat (berbuat dosa) kepada-Nya di waktu siang, niscaya Dia akan membangunkanmu di waktu malam.”(Tazkiyyatun Nufus, karya Dr Ahmad Farid)
Pembaca yang budiman, inilah beberapa keutamaan dan keindahan qiyamul lail. Sungguh, akan merasakan keindahannya bagi orang yang memang hatinya telah diberi taufik oleh Allah Ta’ala, dan tidak akan merasakan keindahannya bagi siapa pun yang dijauhkan dari taufik-Nya. Mudah-mudahan, kita semua termasuk diantara hamba-hamba-Nya yang diberi keutamaan menunaikan qiyamul lail secara istiqamah. Wallahu waliyyut taufiq.


(Dikutip dari tulisan al Ustadz Abu Hamzah Yusuf. URL Sumber http://www.geocities.com/dmgto/mabhats201/qiyamulail.htm)


 Sumber : koleksi e-book, Sunnah sehari-hari , 
buat artikel lengkapnya klik aja judul postingan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar